Jumat, 09 September 2011

Pemain-pemain asia tenggara yg layak menjejakkan kakinya di Eropa dan menjajal kompetisi yang memiliki level lebih baik.

Bambang Pamungkas pernah merasakan ketatnya kompetisi di Eropa, demikian juga Kurniawan Dwi Julianto. Kiatisuk Senamuang dan Akmal Rizal Rakhli juga merasakan hal yang sama.

Namun tidak ada satu pun dari mereka yang bisa dikatakan sukses. Bahkan dari banyaknya pemain asal Asia Tenggara yang beredar saat ini, hanya segelintir yang bisa melambungkan namanya di Benua Biru.



Tapi di era sepakbola terbaru sekarang ini, ada juga pemain asal Asia Tenggara yang layak mendapat kesempatan untuk menunjukkan namanya di kancah Eropa. Memang tidak selevel dengan pemain asal Korea Selatan, Jepang atau Arab Saudi, tapi mereka sudah menuju ke arah yang lebih baik.

Di bawah ini ada beberapa pemain Asia Tenggara, yang menurut ADIP pantas bersaing di Eropa:



HARISS HARUN | Singapura & Young Lions



Usia: 20
Posisi: Pemain tengah

Pemain muda ini menjadi salah satu bakat terbaik di Singapura, memainkan peran luar biasa dengan mengantar Singapura lolos ke kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia, terutama saat melawan Malaysia.

Harun juga menjadi pemain termuda yang mengenakan segaram timnas dan kini disebut sebagai pemain masa depan timnas Singapura. Memiliki peran komplet di lini tengah, mulai dari gelandang bertahan hingga playmaker.

Harun pernah merasakan ambil bagian di akademi sepakbola Barcelona, La Masia saat masih remaja dan menjadi pemain muda terbaik di S-League 2010.


BOAZ SOLOSSA | Indonesia & Persipura Jayapura

Usia: 25
Posisi: Penyerang/Winger

Tak ada yang tak mengenal pemain ini di Indonesia. Dia disebut sebagai salah satu pemain terbaik yang di Indonesia saat ini.

Hanya saja, totalitas pemain ini untuk timnas Indonesia kerap dipertanyakan. Dia juga masih kerap terlibat dalam minum-minuman keras dan kurang disiplin.

Namun di luar hal itu, bakatnya di lapangan hijau tak diragukan lagi. Meski tak memiliki CV mengkilap seperti Irfan Bachdim atau Jhony van Beukering, namun dia menjadi andalan di lini depan Persipura Jayapura dan timnas Indonesia.

Pemain berusia 25 tahun ini punya kecepatan, determinasi, visi yang bagus dalam menjebol gawang lawan dan kemampuan bermain bola di atas rata-rata.


Selain Boas juga masih ada pemain asal indonesia yang bisa di katakan layak bermain di Eropa. seperti : Ahmad Butomi, Andik firmansyah, Okto, M.Nasuha, dan lainnya


SURAT SUKHA | Thailand & Buriram PEA

Usia: 29
Posisi: Pemain tengah/Bek Sayap kanan

Usianya mungkin sudah 29 tahun, tapi pengalamannya di liga Australia, di mana dia menghabiskan dua tahun bersama Melbourne Victory, memberinya peluang untuk bisa bermain di Eropa.

Ada sejumlah pemain yang juga cukup bagus untuk bisa bermain di Eropa juga, tapi tak ada yang mengalahkan keberanian dan determinasinya meraih sukses.

Surat Sukha punya kecepatan, kemampuan mengembangkan diri dan determinasi konstan dalam bertahan dan menyerang. Setelah Kiatisuk Senamuang, Suree Sukha, Teerasil Daengda dan Katprawut Saweioo, mungkin Surat bisa mendapatkan peluang untuk menjajal di Benua Biru.

SAFEE SALI | Malaysia & Pelita Jaya

Usia: 27
Posisi: Striker

Di Piala AFF, Safee Sali menjadi bintang dan penentu gelar juara Malaysia. Sali punya segalanya untuk menjadi yang terbaik.

Sali juga tampil impresif saat tiga klub Liga Primer Inggris melakukan lawatan di Malaysia di pra-musim. Sejumlah klub Bundesliga Jerman bahkan dilaporkan siap memberinya kesempatan untuk unjuk gigi.

Dengan Tony Fernandes menguasai saham di QPR, bukan tidak mungkin mliyader Malaysia pemilik Air Asia itu mengajak Sali bergabung di Liga Primer.

LE CONG VINH | Vietnam & T&T Hanoi

Usia: 25
Posisi: Striker

Pemain ini pernah menjajal Liga Portugal bersama Leixoes di tahun 2009, yang merupakan pencapaian fenomenal bagi Vietnam.

Cong Vinh juga disebut sebagai pengganti Le Hyunh Duc, legeda sepakbola Vietnam. Dia juga menjadi striker terbaik Vietnam dengan mencetak 30 gol dari 49 penampilan.

Cong Vinh juga meraih bola emas Vietnam tiga kali. Sepertinya dia sangat pantas merasakan ketatnya kompetisi di Eropa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar